💬👤 *PERTANYAAN*
*Assalamualaikum ustadz....*
*Ana mau tanya perihal perubahan arah kiblat, bbrp masjid ada perubahan arahnya, Nah di situ timbul perbedaan pendapat yg di bbrp daerah sangat2 riskan dgn perpecahan umat, Mhn dalilnya ustadz....*
Syukron
*Jawaban*
Memang ia yang antum katakan bahwa dibeberapa Masjid ada perubahan arah kiblat bahkan ada yang membangun ulang masjidnya hanya untuk menggeser Kekanan sedikit.
*Tapi Begini akhi...*
➡ *Jika kita melihat ka’bah secara langsung, maka kita punya kewajiban untuk menghadap ke arah ka’bah persis, tanpa boleh melenceng.*
➡ *Namun jika kita berada jauh dari Ka’bah, maka kita cukup menghadap ke arahnya saja, yaitu di negeri kita di Indonesia adalah arah barat.*
🔰 Sekarang masalahnya, apakah boleh kita yang berada di Indonesia- menghadap ke barat lalu bergeser sedikit ke arah utara?
➡ *Jawabannya, selama itu tidak menyusahkan diri, maka itu tidak mengapa.* Bahkan kami katakan agar terlepas dari perselisihan ulama, cara tersebut mungkin lebih baik selama kita mampu melakukannya dan tidak menyusah-nyusahkan diri.
🔰 ```Namun jika merasa kesulitan mengubah posisi kiblat, karena masjid agak terlalu jauh untuk dimiringkan dan sangat sulit bahkan kondisi masjid malah menjadi sempit, maka selama itu masih antara arah utara dan selatan, maka posisi kiblat tersebut dianggap sah. Akan tetapi, jika mungkin kita mampu mengubah arah kiblat seperti pada masjid yang baru dibangun atau untuk tempat shalat kita di rumah, selama itu tidak ada kesulitan, maka lebih utama kita merubahnya.```
📕 *Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,*
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ
_“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu kontinu. Lakukanlah ibadah (secara kontinu) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.”_ (HR. Bukhari no. 39. Lihat penjelasan hadits ini di Fathul Bari)
💬👤 *“Ada yang mengatakan bahwa kami akan pas-pasin arah kiblat persis ke ka’bah. Maka kami katakan bahwa hal ini terlalu menyusahkan diri dan seperti ini tidak ada dalil yang menuntunkannya bahkan hal ini tidak pernah dilakukan oleh para sahabat padahal mereka adalah sebaik-baik generasi umat ini. Jadi yang benar, kita cukup menghadap arahnya saja, walau kita berada di daerah Mekkah dan sekitarnya (yaitu selama kita tidak melihat Ka’bah secara langsung).”* (Subulus Salam, 1/463)
👉 ```Jadi intinya, jika memang penuh kesulitan untuk mengepas-ngepasin arah kiblat agar persis ke Ka’bah maka janganlah menyusahkan diri. Namun, jika memang memiliki kemudahan, ya monggo silakan. Tetapi ingatlah bertakwalah kepada Allah semampu kalian.```
Wallahu 'alam
No comments:
Post a Comment